Langsung ke konten utama

Puasa 72 jam Tapi Seger Buger..Kok Bisa?



INI bukan sulap dan juga bukan sihir, saya melakukan Water Fasting atau puasa air selama 72 jam atau 3 hari. Tanpa makan apapun hanya minum air putih.      Kalau dinalar, tentu muncul pertanyaan..."Ngapain Din....puasa 3 hari nggak makan ...kayak ular saja.." Wk wk wk.....iya ya....aneh juga kalo dipikir. Tapi beneran, water wasting bukan seaneh dan semenakutkan itu. Saya ber WF karena saya ingin sehat. lhooo apa hubungannya WF dengan sehat? Begini ceritanya...


Puasa buat kejar AUTOPHAGY

Puasa atau Fasting tentu bukan hal baru bagi seorang Muslim. Bulan Ramadhan, dimana seluruh muslim wajib berpuasa sebulan penuh sangat dinantikan kehadirannya setiap tahun. Alhamdulillah..saya sekeluarga juga taat menjalankan syariat ibadah puasa Ramadhan ini, InsyaaAllah. 

Ada hal menarik terkait puasa yang ingin saya share pengalamannya kepada temen-temen semua. Bukan puasa agama Islam, namun puasa ini bernama Water Fasting. Puasa yang sedang menjadi tranding topic pegiat kesehatan. Ada banyak group di sosial media terutama FB yang menginspirasi anggota groupnya untuk berwater fasting. Nama lain water fasting adalah puasa kesehatan, puasa panjang (long fasting ) dan puasa basah. 

Sesuai namanya, puasa ini diperbolehkan minum minuman yang tidak mengandung kalori. seperti kopi pahit, air putih dan teh hijau tanpa gula.  Tapi sungguh sangat dilarang makan apapun apalagi yang mengandung karbohidrat dan gula. 

"Owh..berarti gak puasa beneran dooong....?". 

He he he iya sih....jika diliat dari kacamata puasa agama Islam, water fasting ini sepertinya tidak berpuasa karena masih ada sesuatu yang dikonsumsi walaupun bukan makanan. Tapi perlu dilihat tujuan water fasting ini memang sangat terkait dengan kesehatan yaitu memancing autopaghy keluar. 

Apa tuh Autopaghy....? 

Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia, Autopaghy atau Autophagocytosis berarti melahap diri sendiri.  Merupakan mekanisme alami yang diatur dari sel untuk menghilangkan komponen yang tidak diperlukan atau tidak berfungsi dalam sel itu sendiri. Sehingga terjadi degenerasi dan daur ulang komponen sel itu sendiri.

Dengan kata lain, konsep Autophagy adalah ketika tubuh seseorang kelaparan , maka sel tubuhnya pun ikut lapar dan akan melahap sel dirinya yang sudah rusak atau mati agar tidak menjadi sampah dalam tubuh. Ini artinya, orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri secara natural. MasyaaAllah..

Ahli Biology dari Jepang Dr Yoshinori Ohsumi mendapat penghargaan Internasiona Nobel bidang kedokteran  2016 setelah melakukan penelitian mengenai autophagy ini. (www.nobelprize.org)

Dari temuan ini diketahui, bahwa autophagy juga terbukti sangat berperan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan terutama untuk penyembuhan penyakit diabetes tipe 2, kelainan syaraf, kanker dan penyakit yang terkait dengan usia. Salah satu cara untuk memaksa terjadinya proses autophagy ini adalah membuat sel sel tubuh kurang nutrisi alias kelaparan. 

Sedikit saja nutrisi masuk kedalam tubuh saat puasa, maka autophagy tidak akan terjadi.  CATAT ya...πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Ada rentang waktu yang menjadi acuan water fasting agar bisa mencapai autophagy maksimal.

Puasa 12 - 18 jam : kondisi ketosis

Puasa 18 - 24 jam : bakar lemak

Puasa 24 - 48 jam : autophagy

Puasa 48 - 56 jam : hormon pertumbuhan meningkat

Puasa 56 - 72 jam : sensitifitas insulin

Puasa 72 jam         : regenerasi sel sel imun

Namun, diantara begitu banyaknya group kesehatan yang menerapkan Intermitten Fasting IF untuk meraih sehat dengan Autophagy, rentang waktu puasa kesehatannya ada beragam. Teman teman yang melakukan gaya hidup ketofastosis, protokol fastingnya dimulai jam 8 malam  dan berbuka di jam 12 siang. Sementara di Group Sehat dengan Terapi Nutrisi yang saya ikuti juga di group WA, protokol fasting dimulai jam 6 sore dan buka jam 10 pagi. Sedangkan di group Stop Diabesitas di FB yang juga saya ikuti, protokol fastingnya tidak ditentukan jam, namun ditentukan durasinya. Semakin lama puasa maka semakin maksimal proses autophagy yang terjadi. 

Akhirnya saya menyimpulkan dan saya terapkan dalam gaya hidup saya. Bukan jam namun yang terpenting adalah durasi.  Puasa kesehatan minimal 16 jam sehari, water fasting  72 jam tiap 3 bulan sekali dan menjalankan ibadah puasa pertengahan bulan atau ayaumul bidh ditanggal 13, 14 , 15 bulan Hijriah. 

Nah.. saya ingin bercerita tentang apa yang saya alami ketika melakukan puasa kesehatan 72 jam. beneran seru bangeetttt.


Cara  ber-Water Fasting 

Saya mengikuti beberapa group kesehatan baik di FB maupun di WA. Saya masuk ke group kesehatan  bukan karena tanpa tujuan. saya ingin sehat. Sejak usia 40 tahun, dokter menyatakan saya menderita diabet tipe 2. Kadar gula darah sewaktu atau GDS pertama saya adalah 480. Wow...sangat tinggi. saat itu, gigi saya banyak yang goyang tanpa rasa sakit, dan kepala sering pusing. 

Allah memberi jalan luar biasa indah untuk menjawab doa saya,"Ya Allah hamba yakin semua penyakit bisa disembuhkan. Kata "Mereka" diabetku tidak bisa disembuhkan. harus minum obat seumur hidup. Ya Allah hamba yakin, kun fayakun atas kehendakmu, pasti bisa normal kembali karena anugrah dari Mu. Aamin". 

Saya ditemukan dengan seorang teman yang mengajak saya joint di group kesehatan tersebut. Didalam semua group hampir sama, semua anggota harus menjalankan Intermitten Fasting (IF) dan Zero/Low  Carbo. Zero Carbo adalah gaya hidup dengan tidak makan makanan yg mengandung gula dan karbohidrat. Tidak makan nasi aneka warna ( nasi putih, nasi merah, nasi hitam dll). Tidak makan makanan mengandung tepung terigu dan gula. Tidak makan dan minum manis kecuali dari manis tetes Stevia. Tidak makan buah-buahan kecuali alpukat. Juga tidak makan umbi umbian ( bahan makanan yg tumbuh dibawah tanah. Hanya makan makanan yang berasal dari hewani. Seperti Daging merah, ayam, ikan dan telur. Sayur dan juga tempe dan tahu. Dimasak sesuai selera asalkan tidak diberi gula dan kecap manis.

Gaya hidup dengan makan Zero Carbo ini dikombinasikan  dengan Intermitten fasting IF. Nah untuk puasa panjang Water Fasting dilakukan 1 bulan sekali atau 3 bukan sekali selama 72 jam atau 3 hari. Bahkan jika kuat bisa sampai 5 hari. 

Cara yang saya lakukan : 

1. Cari waktu yang longgar atau santai  untuk water fasting. Tidka banyak aktivitas dan jika ingin olahraga hanya olah raga ringan seperti senam peregangan otot saja. 

2. Tidak makan hanya minum air putih ( boleh kopi atau teh hijau tanpa gula) tapi lebih baik hanya air putih saja. Banyaknya air yang diminum disesuikan dengan kebutuhan, kalau haus ya minum, lalu lapar ya minum. Menurut pengalaman teman teman saya yang sudah rutin melakukan Water Fasting ini, tubuh kuat tidak makan 5 hari tapi nggak kuat kalo tidak minum. Jadi air adalah kebutuhan utama manusia.

3. Dihitung 24 jam pertama mulai start puasanya, kemudian tes Gula Darah Puasa dengan alat sendiri. jika belum mencapai 80, lanjutkan puasa. Misalnya start puasa jam 8 malam, maka 24 jam puasa adalah jam 8 malam. 

4. Di Hari kedua, diharapkan tes Gula Darah Puasa 2x, yaitu di jam 7 pagi dan  jam 8 malam ( 48 jam puasa). Jika GDP masih belummencapai 80 dan kondisi masih baik baik saja , maka lanjut puasa. Kondisi baik baik saja artinya adalah tidak lemes, tidak pusing dan tidak dalam kondis seperti kurang sehat

5. Di hari ketiga harus memperhatikan alarm tubuh. Jika sudah terasa goyang ( pusing letih lemah ) maka harus segera membatalkan puasa alias makan. Dan yang dimakan adalah makanan hewani ( daging merah, ayam, ikan, telur ). Jika masih kuat tunggu sampai 72 jam puasa yaitu tepat jam 8 malam.  Di hari ketiga ini  diharapkan tes GDP 2 kali yaitu jam 7 pagi dan beberapa saat menjelang pembatalan puasa atau sebelum berbuka. 

Okey... saya sangat tertantang untuk memaksa Autophagy ini keluar. Semangat Sehat Ojo Kendor, ini slogan group Stop Daabesitas di FB..he he he... 


Saatnya ber-Water Fasting

Hari 1 :

Modal saya adalah niat yang kuat untuk sembuh. Saya mulai WF dengan GDP 132 dan BB 83 kg. Tinggi badan 160 cm.


Hari pertama puasa saya jalani tanpa beban.  Hanya saja ketika melewati 20 jam ada rasa lapar. Tapi saya tahan karena lapar itu penipuπŸ˜‚. Yang terjadi bukan karena tubuh saya butuh asupan makanan, tapi tubuh saya hanya menagih makanan karena biasanya dimasukkan makanan tapi ini kok belum..

Lapar yang sesungguhnya adalah ketika tubuh butuh nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap bertahan hidup. Apalagi saya kan berbobot banget jadi kalau lapar itu bisa kita mamfaatkan untuk mempersilahkan tubuh bongkar bongkar cadangan lemak dan gula dalam tubuh. Maka saya nggak mau tertipu. Saya tahan hanya sekitar 5 menit krucuk krucuk diperut. Dan...saya bahagia sekali karena saya bisa menaklukkan hari pertama Water Fasting saya. Malam saya tidur lebih awal sekitar jam 20.00 WIB. Dan saya tidur pulas.


Hari ke 2 :

Bangun tidur seperti biasa rangkaian ibadah subuh . Setelah itu langsung pergi ke pasar belanja, masak banyaakk karena anak anak sedang dirumah. Ajaibnya badan sangat fresh. Tapi jam 7 pagi tiba tiba badan terasa sedikit lemes. Ini pertanda saya harus segera tusuk jari. Ha ha ha...tusuk jari adalah istilah saya untuk tes GD saya dengan alat glucometer. Kan ketika WF masuk 36 jam harus 2x tes GDP. Segera saya tes dan hasilnya 115.  Alhamdulillah sudah turun dari hari pertama 132. Tapi target WF masih bum tercapai. Ingin sekali dapat angka 2 digit dibawak 100. Bismillah...

Oh iya...dihari kedua ini  ada kejadian aneh. Sesaat setelah tes GDP, tubuh saya yg tadi lemah tiba  berkeringat banyak. Bukan keringat dingin tapi keringat seperti habis olahraga seperti habis kemasukan nutrisi yang banyak. Dan tubuh saya tiba tiba seger buger fresh . Belakangan baru saya tahu saat itu terjadi serangan fajar. Organ hati yang memang mampu memgadilka gula secara alami dalam tubuh  sedang menjalankan tugasnya. Kemungkinan karena gula di tubuh saya mulai  menyusut maka tubuh yg pintar anugerah Allah ini meminta gula untuk melanjutkan metabolisme tubuh. Maka yang didapat tubuh adalah gula alami produksi organ Hati sesuai kebutuhan tubuh. MasyaaAllah...

Maka saya lanjuut fasting dengan lebih bersemangat. 

Jam makan siang tiba...anak anak saya memaksa untuk makan siang seperti biasa bersama sama di meja makan. Ini godaan terberat saya..he he he....

Alhamdulillah saya bisa membujuk keluarga untuk merelakan tidak makan siang bersama saya...h ehe he...padahal sebenernya saya juga sudah nafsu bangetttt refilll(makan)...ha ha ha...Sekali lagi..Nafsu harus dimanagement dengan baik dan dikalahkan.

Tidur jam 8 malam. Kali ini lapar krucuk krucuk kembali melanda dan agak gelisah. Tapi kembali self talk dan menganggap lapar ini hanya tipuan. Badan saya  menghangat tapi  bukan karena sakit atau demam. Akhirnya saya tidur lelap 


Hari ke 3 :

Tidak ada lemas tidak ada lapar dan yg ada tubuh semakin fresh.  Keluarga khawatir dan mengultimatum saya agar puasa hanya sampai jam 14.00 yg berarti 72 jam. 


Yeeiyyyy dan akhirnya saya tuntaskan WF saya dengan badan yg fresh dan bahagia. Sebelum refil saya tes GDP 105  BB 81 kg  Alhamdulillah...

--------------------------------------

Start WF :  GDP 132, BB 83 kg

After WF : GDP 105, BB 81 kg

---------------------------------------

Walaupun GDP belum dibawah 100 tapi saya berhasil mengurangi GDP saya 27  angka dan turun BB 2 kg. MasyaaAllah...😍😍😍

Sebetulnya dengan kondisi saya yg masih seger buger, saya bisa lanjut WF. Karena manusia kuat tidak makan sampai 100 jam atau 5 hari. Tapi tidak akan kuat tanpa minum walaupun beberapa jam saja. 

Tapi apalah dayaku...keluarga sudah ultimatum hanya boleh WF 72 jam saja. 


After WAter Fasting

Menu refil saya setelah WF 72 jam adalah : 

Soto ayam komplit. Ada daging, ceker, dan hati ayam ditambah  telor asin kecambah dan kubis

Porsi besar..he hehe....

'Pesta' setelah WF sah saja, dengan syarat makanan masih di jalur Zero Carbo. Soto ayam saya tidak pakai nasi atau lontong dan sejenisnya. Tidak pakai kerupuk. Dan dimasak tanpa gula. Tapi tidak lupa pakai sambel lhoo.MasyaaAllah nikmatttt. 

Setelah itu ...

Mungkin karena 3 hari gak kemasukan makanan, dan langsung makan porsi besar, perut agak mual dan kepala sedikit kliyengan. Kesalahan saya adalah langsung makan banyak dan tidak bertahap. Maklum... WF pertamakali. Jadi 'KALAB'πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Saya inget makanan kesukaan saya keju. Saya makan sampai setengah block he he he..Mual dan kepala pening langsung hilang. 

Dua jam setelah refil saya tes tusuk GD Dan hasilnya  116 BB tetap 81 kg. Ini artinya Gula Darah tetep stabil karena kenaikannya tidak lebih dari 20 angka. Dan 116 adalah angka aman karena batas kenaikan GD setelah 2 jam makan adalah dibawah 140. 

Yang luar biasa...sebelum start WF saya sembelit tidak BAB 3 hari. Dan setelah menyelesaikan WF saya BAB maaf...banyak dan berwarna gelap dan juga bau menyengat. Semoga ini detox dari proses Autopaghy. Bismillah sehat sehat dan sehat.

Saya bertekat melakukan WF lagi 3 bulan sekali karena saya bertekat juga utk menjalankan puasa ayaumul bidh yaitu puasa sunnah ajaran agama Islam ( puasa 3 hari berturut turut dipertengahan bulan penanggalan Hijriah)


Begitulah cerita saya tentang pengalaman puasa panjang atau water Fasting selama.72 jam. Puasa kesehatan seperti ini  dilakukan cukup satu kali dalam sebulan agar tubuh tidak kekurangan nutrisi.

❤️❤️❤️




Komentar

  1. Kalo orang jawa bilangnya poso mutih ya mbaaa
    konsumsi yg serba putih ya kayak air mineral ini.

    Kapan2 boleh lah daku coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heemmm saya nggak tau apakah sama antara puasa putih orang Jawa dengan water Fasting ini mbak. Yang kutahu WF ini boleh minum kopi pahit, teh hijau tawar dan cuka apel atau cuka buah yg lain. Tapi saya waktu itu hanya minum air putih saja

      Hapus
  2. wow..keren mba.. Klo saya kuat gak ya? haha.. Saya mulai kurangi nasi dulu saja ah, sepertinya blm berani utk WF. Terima kasih sharingnya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiipp mbak ...tahap pertama.memang kurangi nasi dulu...baru kemudian ditambah denga Fasting. InsyaaAllah bisa mbak Mechta...semangat!!!😍

      Hapus
  3. Rasanya saya pernah dengar tentang autopaghy ini, tapi hanya sekilas saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak karena Autopaghy ini baru populer 2016 InsyaaAllah setelah pengumuman Nobel kesehatan. Padahal di Islam sudah ada konsep Autopaghy ini dengan puasa Ramadhan, Sunnah Senin Kamis dan Ayaumul bidh. InsyaaAllah

      Hapus
  4. MasyaAllah, salut Mbak bisaa menaklukkan WF ini selama 3 hari.
    bisa taklukkan rasa lapar dan makan tanpa karbo selama itu.
    jadi penasaran WF Mbak yang berikutnya nih.
    sehat- sehat selalu yaa Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiiaapp mbak... InsyaaAllah akan kukabarkan yaaa Gimana WF ku selanjutnya..

      Hapus
  5. MasyaAllah mba, sukses melakukan WF selama 72 jam dan berhasil menurunkan BB 2 kg. Sebuah bukti bahwa tekad dan niat untuk sehat dapat ditaati oleh tubuh.
    Saya sepertinya nggak sanggup, puasa Senin Kamis rutin aja, tapi seminggu belakangan juga keteteran.
    Semangat sehat ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuukk mbak...dicoba bertahap saja..nanti kalo sudah terbiasa jadi lebih mudah dan sehat

      Hapus
  6. Mbaaakk, makasih ya udah share pengalaman menjalani water fasting sedetail ini. Aku jg lagi berusaha nurunin GD, nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaaAllah..semangat mbak...semoga berhasil dapat GD normal

      Hapus
  7. Aku baru tau kalau tubuh bisa tahan gk dapat asupan makanan selama 5 hari. Aku jadi tertarik nihh. Buat sehaat sekaligus nurunin BB. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuukkk Bismillah ikhtiar sehat ya mbak...

      Hapus
  8. Bermanfaat sekali berbagi ilmu water fasting.
    Aku butuh banget nih.. tapi belum tahu cara mengurangi gula. Ada panduannya aku bisa ikuti dimana yaa, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya masuk group stop diabesitas di FB. Coachnya mantan Diabet. Coach Dominic Vanyi. Monggo gabung di group tersebut. InsyaaAllah banyak ilmu tentang sehat dari diabet tanpa obat. Tapi dengan perbaikan nutrisi dan gaya hidup

      Hapus
  9. Aku kalau praktik water fasting pasti godaannya berat banget, nih. Pagi hari belum makan nasi aja kepala pening wkwk. Tapi manfaatnya luar biasa untuk kesehatan, ya, Mbak. Semoga istiqomah menerapkan WF nya, Mbak. Semangaaatttt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... terimakasih suport dan doanya mbak

      Hapus
  10. dulu waktu naik gunung sama teman2 sering dapat guyonan, " Minum yg banyak sampe kenyang".
    jadi kalau lapar tuh minum air aja yg banyak karena persediaan makan sedikit. ternyata emang ada yg tahan ga makan tapi minum air aja. dan ternyata water fasting bagus utk kesehatan juga ya...

    kira2 kalau diet pakai cara ini bisa ga ya?

    BalasHapus
  11. wah menarik sekali mbak pengalamannya puasa carbo. Saya juga termasuk yang jarang makan mbak, maksudnya gak banyak makan hehe, saya juga bisa engga makan hanya dengan minum air saja udah kenyang. Ternyata banyak manfaat minum air putih dan menghentikan sejenak makan nasi dan berbagai bahan tepung dan gula.

    Semangat yaa mbak, pencapaian luar biasa itu dalam 3 hari turun BB 2 kg. mantap banget. Moga lancar seterusnya yaa menjalani WF

    BalasHapus
  12. WF memang menarik ya. saya pernah lakuin tp ga niat WF awalnya, karena ga nafsu makan aja, tp memang yaa kalau minum tuh wajib banget deh supaya gak dehidrasi :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Aktifkan kembali kartu ATM yang tertelan Mesin Dimasa Pandemi

     "WADUH ...kartu ATM ku ketelen mesin..Bakalan ribet nih urusannya.." Kalimat ini yang langsung muncul di benak saya kemarin sore saat kartu ATM tertelan mesin ATM disebuah minimarket dekat rumah. Masalahnya ini masa pandemi. Buat ngurus kartu ATM kan harus ke bank tempat kita bikin rekening. Bank kan pasti rame...trus prosesnya pasti lama...Ada rasa khawatir dan takut..ngeri-ngeri sedeppp pergi ke Bank dimasa pandemi.. Heemmm beneran...puyeng rasanya. Boro-boro ke bank...ingin mengambil uang cash di mesin ATM saja harus buru-buru karena sedang menjaga tidak terlalu lama berada di luar rumah.  Tahu sendiri kaann, saat seperti ini kita memang harus menjaga seminimal mungkin interaksi dengan orang lain dan dunia luar rumah. Kartu ATM sangat dibutuhkan untuk kebutuhan mengambil uang cash. Walaupun segala bentuk belanja dilakukan dengan online, namun uang cash tetep sangat perlu kaann..  Untungnya, pak suami tenang...beliau memang always cooollll he he he... "Nggak pa pa

Cerita Tentang Dina

with love Hai... Saya Dina Amalia. Seorang Bunda, Istri  dan Blogger. Saat ini aktif menulis apapun yang saya lihat, rasa, dan pikirkan. Karena menulis terbukti  mampu menghadirkan senyum terindah binar mataku dan bukan hanya rekah  bibirku. Lahir di Surabaya, kota yang hingga saat ini udaranya memenuhi rongga perjalanan napasku. Takdir indah  membuatku kembali di kota Pahlawan. Perjalana kehidupan sebagai seorang anak pegawai negeri sipil Pengadilan Agama membawa kehidupan berpindah lintas kota dan lintas propinsi. Pernah melalui serunya kehidupan masa kecil di Tuban Jawa Timur. Kami tinggal di Jln. Kutorejo Gg. 3. Tuban sangat lekat dengan nama Sunan Bonang, wali songo penyebar agama Islam di pulau Jawa. MasyaaAllahnya...lokasi makam Sunan Bonang, sangat dekat dengan rumah kami yaitu Kutorejo Gg 4.  Jadi nggak heran.. jika akhirnya menjadi salah satu tempat bermain kami. Salah satu moment yang tak terlupa adalah saat saya antri pembagian bubur gratis disetiap sore jelang berbuka puas